Sumber : Instagram @blooggerjakarta

Tidak terasa, Ramadhan yang kemarin baru saja tiba, kini juga sudah tiba, di penghujung. Rasanya di bulan ini jadwal saya agak lumayan padat dari biasanya. Bukan karena saya memiliki banyak agenda bukber, bukan juga karena saya sedang banyak sekali pekerjaan. Melainkan waktu saya bekerja di bulan ramadhan ini rasanya lebih panjang. Lembur istilahnya. Bedanya jika lembur pastinya mendapat bayaran, saya lembur hanya karena tidak tegaan.

Ya, loyalitas kerja di bulan ramadhan memang sangal pol-polan. Bukan hanya karena kerjaan yang tidak bisa selesai tepat waktu karena keadaan restoran yang sangat ramai, tapi juga harus membantu karena keadaan memang agak sedikit keteteran. Bagaimana pun saya harus memastikan semua produk aman dan semua crew ada di posisi mereka.

Maka dari itu, bulan ini yang saya niatkan untuk memburu pahala dan lebih produktif menulis nyatanya malah bertolak belakang. Tenaga dan pikiran saya sepenuhnya sudah saya kerahkan saat bekerja. Sementara di rumah hanya ada sisa-sisa tenaga yang digunakan untuk berbenah.

Saya juga benar-benar mengosongkan agenda bukber dengan teman-teman jaman sekolah dan kuliah hanya agar bisa berbuka di rumah dengan orang tua. Bagaimana pun pada saat hari kerja, saya pasti tidak bisa berbuka di rumah meskipun masuk pagi. Jam kerja yang over, Jarak kantor yang lumayan jauh dan kondisi jalanan yang macet parah tidak memungkinkan saya untuk tiba di rumah tepat  waktu.

Tapi ada satu agenda bukber yang sudah saya rencanakan jauh-jauh hari bahkan saya sengaja izin agar dapat hadir di acara tersebut. Yap, ini acara bukber bukan sembarang bukber. Ini  bukber para blogger dari Komunitas Blogger Jakarta.

Tahun ini memasuki usia ke-2 Komunitas Blogger Jakarta. Di ulang tahun kali ini Blogger Jakarta tidak hanya merayakan bersama anggota komunitasnya tetapi juga bersama Yatim Piatu dan Duafa dari Yayasan Lazisna, Duren Sawit, Jakarta Timur.  Di tahun ini juga pertama kalinya saya mengikuti acara yang diadakan oleh rekan-rekan KBJ ini.

Bertempat di SDIT Ibnu Sina, Duren Sawit, acara bukber pada tanggal 3 Juni lalu dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Tentunya tidak langsung berbuka yahh.. Melainkan diisi oleh acara seperti tausiyah serta games untuk para anggota BlogJak dan juga anak-anak asuhan Lazisna, Lembaga Amil Zakat Ibnu Sina.

Dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang tetap harus saya selesaikan pada hari itu, saya baru bisa berangkat dari rumah jam 16.00, jam dimulainya acara. Untungnya jarak rumah ke lokasi acara tidak terlalu jauh dan jalanan pun tidak terlalu macet.

Jam 17.00 kurang saya sudah sampai di tempat. Sangat telat memang, tapi sama sekali tidak mengurangi antusias saya terhadap acara ini.

Masuk ke sebuah ruangan yang semula saya kira adalah aula ternyata adalah mushola dari SDIT Ibnu Sina, acara sudah sampai pada tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Khalid dari As Syafi’iyah, Jatiwaringin.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, acara sebelumnya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mas Oji, serta sambutan-sambutan dari Ibu Purwanti (perwakilan dari Lazisna), Mba Kiki (perwakilan dari Blogger Mungil), dan Mba Wawa Fajri (perwakilan dari Blogger Corny).

Tak lama sejak saya datang, Ustadz Muhammad Khalid pun selesai memberikan tausiyah. Kemudian Mas Riski Saputra, selaku MC acara pada hari itu meminta 10 orang anak terberani untuk maju ke depan. Mereka berebut, semua ingin maju. Tapi sayangnya beberapa dari mereka ternyata sudah maju pada game sebelumnya. Mas Riski meminta anak-anak yang belum mendapatkan hadiah untuk maju ke depan. Akhirnya ada 10 anak yang  berdiri di depan untuk maju dan menerima hadiah dari KBJ yang diwakilkan oleh Mas Riski dan Mas Oji.

Saat itu saya tak berhenti tertawa dan senyum sumringah meskipun mungkin fisik saya sedang tidak fit. Anak-anak di sana sangat aktif. Ini membuat acara menjadi sangat hidup. Bapak MC tak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya agar anak-anak aktif dan berpatisipasi karena mereka sangat aktif. Saya tahu betul bagaimana rasanya membawakan acara di depan anak-anak yang pemalu. Pusing dan bingung yang otomatis menuntut saya berkali lipat lebih aktif.

Senang melihat mereka yang sangat aktif dan tertawa bersama kakak-kakak dari KBJ. Ini berarti niat KBJ untuk berbagi kebahagiaan kepada  mereka sukses tersalurkan.

Sambil menunggu waktu magrib tiba, Mas Riski kembali mengadakan game yang melibatkan kakak-kakak anggota KBJ dan anak-anak. Kami dibagi menjadi beberapa team. Satu team terdiri dari 7 – 10 orang. Saya sendiri satu team dengan Mba Risma dan Mas Irwin serta beberapa anak dari yayasan. Diantaranya yang saya tahu bernama Nawaf, Aulia, Puput dan si kecil Ainun.

Kami berbaris untuk menunggu arahan selanjutnya dari panitia. Ainun dan Nawaf  merupakan peserta paling kecil di team kami. Nawaf baru kelas 2 SD dan Ainun masih TK, katanya. Biarpun masih TK, tapi Ainun sudah hafal hampir seluruh Juz 30 Al-qur’an. Keren euy.. Saya umur segitu mungkin masih mainan tanah dan pasir siang hari bolong.

Game yang diberikan oleh panitia adalah sejenis game Kuda Bisik, dimana orang yang paling depan akan membisikan kata yang telah ditulis oleh panitia kepada orang selanjutnya hingga ke orang paling terakhir untuk dituliskan di kertas. Pemenangnya adalah yang paling banyak benarnya.

Saat itu, orang kedua dan ketiga setelah saya adalah si kecil Ainun dan Nawaf. Jujur saya agak ragu karena kalimat yang ditulis sangat panjang dan agak ribet. Tapi baru dua kali saya bisikan kepada Ainun dan Nawaf mereka langsung hafal. Padahal saya sendiri masih agak keserimpet mengucapkannya. Haha.. Kerenn. Mungkin karena mereka memang terbiasa untuk menghapal ayat suci Al-Qur’an sehingga daya tangkap mereka sangat cepat.

Game kuda bisik selesai bertepatan dengan adzan magrib. Tiga orang anak diminta untuk berdiri dan membaca do’a berbuka bersama-sama, salah satunya Ainun. Selesai makan dan minum secukupnya kami mulai berpencar, kembali ke kawanan masing-masing. Ainun dan Nawaf pun kembali pada ibu mereka masing-masing.

Pembacaan Doa Buka Puasa. Gambar oleh mas Ridho (Ublik.id)

Kami sholat berjama’ah di mushola tersebut. Selesai sholat perut kami kembali berontak. Untungnya panitia langsung membagikan nasi kotak  dengan ayam bakar. Dejavu rasanya saat memakan ayam bakar ini. Oh iya, ini ayam bakar buatan mas Huda, suami dari mba Reni.

Rasa ayam bakar ini memang pas, agar berbeda dengan ayam bakar pada umumnya. Mungkin karena dibuat dengan penuh cinta.Jika ayam bakar yang lain sangat dominan dengan rasa manis dari kecapnya, ayam bakar buatan mas Huda sangat pas dan bumbunya terasa meresap ke daging.

Ingatan saya melayang ke beberapa bulan yang lalu saat pertama kali berkunjung ke rumah nya bersama mas Ichsan. Di sana  saya pertama kali berkenalan dengan pasangan ini dan disuguhi ayam bakar. Rasanya sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke rumahnya untuk makan ayam bakar bersilahturahmi. *salahfokus

Selesai makan ayam bakar, Mas Riski kembali membagikan hadiah dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak seputar dunia persebakbolaan. Dilanjutkan dengan sesi foto bersama KBJ dan adik-adik dari Yayasan Lazisna dan para buibu mereka.

Puas pepotoan begini begitu, akhirnya Pak Ketu, Mas Robit mengumumkan pemenang dari Instagram Competition dimana Anggota KBJ yang memposting foto ke Instagram dan dianggap  menarik oleh Panitia akan mendapatkan hadiah. Saya saat itu tidak memposting foto sama sekali. Fisik yang kurang fit membuat otak saya tidak bisa berpikir sama sekali bahkan untuk mengambil foto  dengan angle yang bagus dan caption yang menarik.

Pemenang Instagram Competition. Gambar oleh Ichsan Pratama

Akhirnya, tibalah saatnya Pak Ketu menyampaikan sepatah dua patah, bahkan berpatah-patah kata. Gayanya yang santai dan sangat jujur (baca: slenge’an) membuat suasana jadi santai dan membuat kami yang mendengar beberapa kali terbahak karena celetukannya.

Puas menyampaikan amanat, Mas Robit akhinrya memberikan panggungnya kepada Ketua KBJ terdahulu sekaligus founder KBJ, Mas Halfi dilanjut penyampaian amanat dari Ketua Blogger sebelumnya yaitu Mas Ichsan. Mereka memberikan support serta motivasi kepada seluruh anggota KBJ untuk terus menjaga kekeluargaan, terus aktif berkarya serta berkontribusi kepada Komunitas Blogger Jakarta.

Uhuk. Rasanya saya agak tersentil mengingat saya termasuk yang sangat tidak produktif. Saya merasa waktu saya terlalu banyak habis untuk pekerjaan. Mudah-mudahan untuk kedepannya saya bisa lebih produktif lagi dan memberikan kontribusi lebih untuk komunitas tercinta. Bukan hanya sekedar jadi ‘tim hore’ yang kadang ada, lebih sering tidak ada.

Akhir kata, secara keseluruhan, acara bukber bareng Yatim Piatu dan Duafa pada hari itu sukses terlaksana. Selamat untuk kerja keras seluruh panitia yang dikomandoi oleh Mas Robit. Serta terima kasih kepada para sponsor acara, C2Live dan Lazisna. Alhamdulillah, kebahagiaan yang dimiliki para anggota KBJ sukses tersalurkan kepada adik-adik dari Yayasan. Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh kebahagiaan.

Selamat Ulang Tahun yang ke-2 untuk Komunitas Blogger Jakarta. Semoga langgeng, semakin maju, terus berkembang dan menjadi komunitas yang terus membagikan kebahagiaan. Bukan hanya untuk para anggotanya tetapi juga untuk sekitarnya.

Proud of You!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: