Assalamu’alaikum.. Welcome!

Saya nyaris lupa bahwa saya pernah menulis mengenai jerawat yang bertahun-tahun saya alami  pada artikel sebelumnya yaitu Perjuangan Berat Enyahkan Jerawat Part 1. Yup! Artikel yang sangat tidak ada manfaatnya sama sekali.

Saya baru sadar setelah saya baca kembali artikel tersebut. Rasanya semua yang saya tulis dari awal hingga akhir dengan panjang lebar hanyalah keluhan, curhatan belaka. Benar-benar unfaedah yang mungkin membuat kalian yang secara tidak sengaja membacanya akan menyesal. Hehe..

Harap dimaklumi yahh.. Karena memang dari awal saya meniatkan blog ini hanya untuk ajang curhat atau rangkuman pelajaran yang saya dapatkan.

Dari pada mubazir artikel sebelumnya , ada baiknya saya lanjutkan saja yah.. Biar ada sedikit faedahnya.

Ditengah keputusasaan akibat jerawat yang sangat membandel, seorang teman menawarkan kepada saya perawatan dari klinik kecantikan yang dia beli secara online.

Bermodalkan testimony yang dia dapatkan dari teman-temannya yang sudah lebih dulu menggunakan, dia berani menjamin seratus persen perawatan ini aman dan akan berhasil. Jika gagal, dia siap untuk bertanggung jawab, katanya waktu itu.

Saya pun percaya dan mulai mencoba. Harganya pun tidak bisa dibilang murah apalagi bagi saya yang pada saat itu masih menjadi mahasiswa, yang untuk makan saja perlu berpikir ratusan kali.

Satu paket perawatan dengan tas Pink tersebut dihargai 250 – 300 ribu rupiah belum termasuk ongkos kirim. Dalam satu paket terdiri dari Krim anti iritasi, krim siang, krim malam dan facewash.

Sejak awal pemakaian teman saya mengatakan bahwa pada seminggu pertama mungkin akan ada efek samping berupa kusam, pedih dan memerah. Tapi semuanya bisa ditangkal oleh si anti iritasi.

Hanya dalam Seminggu pemakaian saya merasa wajah saya memang lebih baik. Menjadi bersih, putih serta halus, meskipun putih yang pucat. Selama tiga bulan pemakaian saya merasa yang sebenarnya cocok dengan saya adalah krim anti iritasinya saja. Bukan semua krim.

Saya katakan pada teman saya bahwa selanjutnya saya hanya ingin membeli anti iritasinya saja. Dia bilang bisa tapi agak mahal dengan takaran hanya untuk 5 – 7 hari pemakaian.

Saya tetap beli dan sampailah si anti iritasi ini di tangan saya. Saya langsung membeli 5 buah anti iritasi waktu itu.

Saat pertama kali memakai anti iritasi yang saya beli secara terpisah saya merasa ada yang janggal. Anti iritasi yang biasa tidak berbau dan agak padat. Sementara yang saya beli secara terpisah ini agak cair dan wangi. Wanginya seperti lotion untuk badan.

Dan bencana baru dimulai.

Baru tiga hari pemakaian jerawat saya dimuka tumbuh semakin parah. Seolah semua yang tersimpan selama ini akhirnya keluar. Besar-besar, merah dan sakit.

Saya rasanya malu, sedih. Bahkan untuk melihat wajah saya di cermin pun saya tidka berani. Setiap hari selama berbulan-bulan setiap keluar rumah saya menggunakan masker agar jerawat saya tertutup.

Teman saya? Tidak ada pertanggung jawaban apapun yang dia berikan. Saya pun akhirnya berusaha mencari tahu mengenai Nomor BPOM krim perawatan tersebut.

Apa yangsaya dapat? Ternyata krim-krim tersebut adalah kirm yang telah disita oleh kepolisian karena mengandung zat berbahaya dan tidak mempunyai izin.

Rasanya mau menangis. Bukan bukan. Saya memang menangis saat itu. Tapi semua sudah terlanjur.

Akhirnya saya merasa trauma untuk melakukan perawatan menggunakan krim-krim ini dan itu.

Saya memutuskan untuk menggunakan perawatan alami dengan mengguunakan madu, bubuk kayu manis, minyak zaitun, dan kompresan es batu setiap malam sebelum tidur.

Selelah apapun, selarut apapun saya pulang, saya tetap menyempatkan untuk membersihkan muka dengan minyak zaitun, mengompresnya dengan es batu dan memakai masker madu yang ditambah dengan sedikit bubuk kayu manis.

Prosesnya memang lama dan sangat melelahkan tapi jelas sangat aman untuk kulit wajah saya yang sangat sensitif.

Tapi sedikit demi sedikit hasilnya mulai terlihat. Dalam 2 bulan jerawat saya sudah mulai mengecil bahkan tinggal bekas. Dalam 6 bulan, bekas jerawat saya mulai sedikit memudar.

Tak ada iritasi. Bahkan wajah saya yang sangat berminyak menjadi normal dengan pemakaian yang sangat rutin setiap malam. Mata panda pun menjadi berkurang serta kulit wajah saya menjadi cerah. Cerah ya, bukan putih pucat seperti saat menggunakan krim abal-abal itu.

Nah, sekarang saya akan bahas apa saja yang saya gunakan pada saat itu hingga akhirnya jerawat saya mulai berkurang sedikit demi sedikit.

1. MADU

Jerawat saya pada saat itu bisa dibilang besar-besar dan meradang. Rasanya sangat sakit dan gatal. Bagi kalian yang menderita jerawat pasti tahu rasanya seperti apa.

Jerawat terbanyak ada pada dagu dan bagian bawah pipi kanan dan kiri. Saya sangat tidak percaya diri pada saat itu. Mendadak menjadi manusia paling mellow. Setiap hari selama berbulan-bulan saya tutupi area dagu menggunakan masker.

Dagu lho ya bukan jakun. Saya masih perempuan tulen.

Teman-teman mencoba men-support saya dan menyarankan agar tidak terus-terusan menutupi jerawat karena akan membuat kulit yang berjerawat jadi semakin berminyak.

Saya tahu itu, tapi saya benar-benar tidak percaya diri.

Setelah mencari berbagai informasi, akhirnya saya menggunakan madu sebagai masker.

Madu yang saya gunakan adalah madu Al-Shifa. Sebelumnya saya menggunakan madu import yang harganya bisa dibilang sangat tidak murah.

Tapi biar kata mahal, tetap saja tidak menjamin kualitas. Madu import tersebut dikerubungin banyak semut meskipun toplesnya dalam keadaan tertutup. Rasanya manisnya pun seperti manis gula. Entah siapa yang salah.

Akhirnya saya stop menggunakan madu tersebut dan beralih ke Al-Shifa. Madu ini sangat mudah ditemukan. Saat saya coba tes dengan menuangkan sesendok madu tersebut ke atas kertas dan mendiamkannya selama berjam-jam.

Saat saya check kembali, madu tersebut masih bersih dan tidak ada satu pun semut yang mendekat. Keren! Padahal harganya sangat jauh lebih murah dan saya pun membelinya di toko pinggir jalan.

Oke, skip.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari video Youtube (saya lupa siapa namanya), madu ternyata mengandung anti-inflammatory yang sangat membantu mengurangi jerawat saya yang meradang.

Kedua, madu juga mengandung anti-septic alami yang mampu melawan bakteri penyebab  jerawat. Ini tentu saja membuat jerawat di wajah menjadi berkurang.

Selain itu, jika digunakan secara rutin madu dapat mencerahkan dan mengurangi kantong mata serta mata panda.

Komplit kan? Sing penting sabbarr.. Karena prosesnya memang tidak sebentar. Saya menggunakannnya selama lebih dari enam bulan. Dan hasilnya memang terlihat.

Jerawat saya mengempis, bekas jerawat memudar, wajah cerah dan satu lagi yang paling saya senangi : Minyak di wajah saya menjadi sangat berkurang!

2. BUBUK KAYU MANIS

Bubuk kayu manis yang saya gunakan adalah yang bermerek CAP KOEPOE-KOEPOE. Tapi jika kalian punya pilihan lain, boleh digunakan.

Apa manfaat si Bubuk Kayu Manis ini? Agar wajah kita semakin terlihat manis?

Haha.. Bukan. Ini hanya bumbu dapur, bukan operasi plastik yang bisa membuatmu manis dalam sekejap. Hehe..

Bubuk kayu manis dikenal sebagai antiseptic yang baik. Jika dicampurkan dengan madu, maka anti-septic akan meningkat jauh.

Tapi kalian hanya perlu mencampurkan sedikit sekali bubuk kayu manis ini. Seujung sendok saja karena bubuk kayu manis ini bersifat concentrate. Jika terlalu banyak dikhawatirkan akan menyebabkan iritasi.

3. ES BATU

Es batu juga termasuk salah satu yang sangat banyak manfaatnya dalam dunia kecantikan. Selain bisa sebagai face-primer sebelum kalian menggunakan make up, es batu juga sangat membantu untuk  mengempiskan jerawat yang meradang.

Saya biasa menggunakan es batu menjelang tidur dan ketika jerawat saya mulai menggatal. Dari pada saya garuk dan pecahkan maka saya memilih untuk mengompresnya dengan es batu.

Rasanya sangat lega ketika gatal lalu dikompres dengan es batu. Hehehehe..

Es batu ini sangat membantu juga dalam mengempiskan jerawat saya yang meradang karena es batu dapat memperlancar sirkulasi darah. Selain itu juga membantu mengurangi mata panda dan membuat wajah saya menjadi lebih kenyal.

4. MINYAK ZAITUN

Muka berminyak ditambah dengan memakai minyak? Makin berminyak donk!

Iya.. saya juga berpikir seperti itu awalnya. Tapi setelah mencari tahu sana sini, membaca sana sini, mendaki gunung dan bertapa di puncak merapi, saya mulai paham.

Si minyak zaitun ini ternyata mengandung anti inflammatory yang akan mendukung peran si madu tadi. Dia juga mudah menyerap sehingga tidak menutupi pori-pori yang akan memicu jerawat dan tentu saja akan membuat kulit menjadi lembab.

Selain itu, si minyak zaitun ini juga bersifat menenangkan sehingga jerawat saya yang meradang menjadi lebih baik.

Bagi kulit wajah yang kering, minyak zaitun akan melembabkan dan untuk wajah berminyak, minyak zaitun bisa melembabkan dan mengurangi kadar minyak. Sukak deh sukak!!

Tapi koq kulit sudah berminyak malah ditambah zaitun untuk melembabkan?

Jadi begini, Kulit berminyak disebabkan oleh kurangnya kandungan air pada wajah. Ini menyebabkan wajah menjadi kering yang akhirnya kulit akan memproduksi banyak minyak untuk melembabkan.

Nah yang diperbuat oleh si minyak zaitun ini adalah untuk memanipulasi. Loh koq? Ini bahasa saya aja lho ya. Jadi, dengan adanya si minyak zaitun yang bisa menetralkan kulit ini, akan membuat si otak berpikir bahwa kulit ini sudah lembab sehingga tidak perlu lagi memproduksi minyak yang terlalu banyak pada wajah.

Makanya banyak juga yang menyarankan untuk banyak minum air putih agar kulit menjadi lembab dan mengurangi jerawat.

Nah, Minyak zaitun ini biasa saya gunakan untuk menghapus make up dan mendiamkannya selama setengah jam sebelum saya bilas. Rutin digunakan, hasilnya kulit wajah saya menjadi lembut, tidak ada komedo seperti sebelumnya.

Duuhh.. cinta banget lah sama ke empat bahan di atas. Tapi tetep lebih cinta sama dia sihh.. Hehe..

Cara Menggunakan :

  1. Biasanya sepulang kerja saya akan membilas wajah saya dengan air hangat untuk membuka pori-pori. Kemudian saya lanjutkan dengan menuangkan sedikit minyak zaitun ke kapas kemudian diusapkan perlahan ke seluruh wajah untuk menghapus make up. Lalu diamkan kurang lebih 30 menit.
  2. Bilas wajah dengan air biasa dan menggunakan sabun pencuci wajah yang biasa kalian gunakan. Saya biasa menggunakan Acnes Facial Foam.
  3. Tuangkan satu sendok makan makan madu, tambahkan seujung sendok bubuk kayu manis lalu aduk hingga rata.
  4. Oleskan masker madu merata keseluruh wajah termasuk bagian bawah mata.
  5. Diamkan selama 30 menit kemudian bilas lagi dengan air biasa.
  6. Setelah selesai, kompres wajah menggunakan es batu yang sudah dimasukan ke handuk kecil. Kompress dengan berpindah-pindah ke seluruh area wajah. Diamkan 10 – 15 detik per titik wajah. Es batu ini juga berguna untuk menutup pori-pori yang tadi terbuka saat dibilas dengan air hangat.
  7. Gunakan secara rutin sebelum tidur atau paling tidak 2 hari sekali untuk penggunaan masker madu untuk hasil yang maksimal.

Saat ini wajah saya sudah mulai  membaik dengan bekas jerawat yang sudah agak berkurang. Jerawat sesekali masih muncul tapi biasanya hanya saat menjelang siklus bulanan. Itu pun tidak terlalu parah seperti sebelumnya.

Inti dari seluruh perawatan adalah kesabaran. Perawatan apapun tidak akan bisa berhasil jika tidak dilakukan secara konsisten, apalagi perawatan herbal.

Saya bisa katakan hasilnya memang tidak akan terlihat secara langsung dan prosesnya pun sangat lama dan melelahkan. Tapi bagi kalian yang memiliki wajah sensitif, perawatan ini sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping apalagi ketergantungan.

Akhir kata, semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

 

 

 

Total
1
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: