Instagram merupakan salah satu social media yang paling aktif saya gunakan saat ini. Meskipun jarang upload foto tapi setidaknya saya aktif menyumbangkan like di foto orang, siapapun itu. Yaaa itu definisi aktif menurut saya. Haha.. ?

Akun yang paling banyak saya ikuti adalah akun keagamaan. Maksud saya yakni akun-akun yang sering mengunggah foto dengan caption yang berhubungan dengan islam.

Selain untuk hiburan bisa juga berfungsi untuk menambah pengetahuan. Tapi sayangnya, ada hal yang membuat saya sedikit jengah.

Alasannya karenaterdapat beberapa akun yang dimana admin-nya masih sering tertukar dalam memberikan tanggapan pada foto yang diunggah olehnya dengan menggunakan kalimat thayyibah.

Gambar/foto atau artikel yang harusnya menggunakan tanggapan yang benar adalah “MasyaAllah” tapi malah ditanggapi dengan “Subhanallah“.

Jika kedua kalimat ini memiliki makna yang sama, mungkin tidak masalah. Sayangnya kedua kalimat thayyibah ini memiliki makna yang berbeda.

Kalimat “Subhanallah” dianjurkan diucapkan saat mendengar atau melihat hal-hal yang buruk. Kalimat ini sebagai penegasan bahwa MahaSuci Allah dari segala keburukan tersebut.

Ketika kita melihat kejahatan atau kemaksiatan, ketidaksetujuan akan sesuatu yang buruk, dihadapkan dengan kondisi yang mengerikan atau hal-hal buruk yang lain maka yang seharusnya kita ucapkan adalah “Subhanallah“.

Kalimat “MasyaAllah” sendiri bermakna “Allah telah berkehendak atas hal tersebut”. Kalimat inilah yang seharusnya kita ucapkan saat melihat hal-hal yang baik. Kalimat ini merupakan ungkapan rasa kagum atau ekspresi penghargaan yang sekaligus mengingkatkan kita bahwa kebaikan-kebaikan tersebut terjadi atas kehendak Allah.

Ketika kita melihat pemandangan yang luar biasa indah, anak-anak yang lucu, mendengar kabar baik atau hal baik apapun maka ucapkanlah “MasyaAllah“.

Jadi terlihat jelas yaahh bahwa kedua kalimat thayyibah ini memiliki makna yang berlawanan.

Kesimpulannya adalah Kalimat “Subhanallah” setiap kali kita melihat suatu keburukan. Kalimat ini merupakan penegasan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala MahaSuci atas segala keburukan.

Sementara kalimat “MasyaAllah” merupakan ekspresi kekaguman atas suatu kebaikan dan diucapkan ketika melihat atau mendengar hal-hal baik.

Jadi, jangan tertukar lagi yah dalam penggunaannya. Semoga bermanfaat ? .

“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. ar-Ra’du : 28)

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: