Seminggu yang lalu saya merasakan ada yang aneh dengan perut saya. Rasanya sangat perih di bagian ulu hati. Perihnya berbeda dari apa yang sering saya alami sebelumnya.
Ya. Saya memang menderita maag sejak saya bekerja sambil kuliah. Jam kerja yang tidak menentu dan jam makan yang sulit diatur membuat saya mudah mengalami maag.

Tapi yang saya rasakan seminggu lalu sangat berbeda. Mulanya saya kira maag. Lantas saya coba untuk rutin minum obat maag yang biasa saya minum. Tidak ada perubahan. Ulu hati saya masih saja sakit. Terlebih ketika saya gunakan untuk tegak. Rasa sakit baru sedikit berkurang ketika saya bawa ngeringkuk. Jangankan berdiri, menarik napas saja rasanya sakit.

Rasa sakit pada ulu hati tersebut rasanya menjalar hingga ke punggung. Duh, tidak karuan rasanya saat itu. Terlebih pekerjaan saya menuntut saya untuk terus berdiri dan berkeliling, mengecek ini dan itu. Menangis pun percuma. Yang ada malah membuat rekan-rekan saya yang lain khawatir.

Setelah mengalami sakit ulu hati selama berhari-hari, akhirnya rasa sakit itu hilang. Tapi saya justru tidak bisa makan selama kurang lebih tiga hari. Saya memang lapar, tapi baru dua suap saja, perut saya rasanya sudah sangat begah dan kencang. Saat dipaksakan rasanya makanan itu akan keluar lagi.

Lagi-lagi saya pikir ini adalah maag atau asam lambung. Saya minum kembali obat maag. Tidak ada perubahan juga. Perut saya masih tidak bisa menerima makanan. Terasa begah dan kencang.

Ohh.. Oke. Mungkin ini kembung karena masuk angin. Saya coba minum Jamu Tolak Angin. Biasanya minum sekali sudah sembuh. Ini sama sekali tidak ada perubahan.

Selama tiga hari saya rasakan perut saya tidak nyaman. Selama tiga hari itu juga saya tidak buang air besar. Oke, saya pikir perut saya tidak nyaman karena itu. Akhirnya saya minum Vegeta dan memakan buah pepaya. Dan lagi-lagi hasilnya sama. Tidak ada perubahan.

Saya baru ingat. Makanan saja hanya masuk sedikit. Berarti perut saya kosong. Lantas apa yang harus saya keluarkan sementara perut saya kosong. Tenaga saya rasanya habis. Badan saya seperti melayang. Tidak ada tenaga sama sekali. Sangat lemas. Yaaa.. Bagaimana tidak. Selama tiga hari saya tidak makan secara normal.

Dihari ke empat, dari malam sampai pagi saya menginap di rumah teman. Sorenya sebelum pulang saya disuguhkan makanan. Untuk menghargai, saya makan semuanya. Yes, berhasil. Tapi rasanya perut saya benar-benar tidak nyaman. Dalam perjalanan pulang dari rumahnya, saya nyaris pingsan. Sangat sakit.

Sampai di rumah saya beristirahat. Mama menyiapkan nasi goreng untuk saya. Lalu saya ceritakan apa yang saya rasakan. Mama memaksa saya untuk periksa ke dokter. Dasar ngeyel, masih saja saya katakan “Nanti, lihat dulu besok.”

Nasi goreng yang sebenarnya begitu nikmat, hanya saya makan dua sendok. Badan saya sudah tidak ada tenaga. Saya putuskan untuk beristirahat.

Malamnya saat tidur saya merasa panas. Badan saya demam malam itu. Tapi karena takut membuat mama khawatir, saya putuskan untuk menahannya.

Saya demam. Entah berapa suhu badan saya saat itu. Saya demam hingga menggigil seluruh badan saya. Tahan.. Tahan.. Sebentar lagi pagi. Itu yang ada dipikiran saya. Menjelang subuh saya baru bisa tertidur.

Saat bangun pagi harinya, saya masih demam. Namun tidak separah pada malam hari. Saya kuatkan diri saya, nyalakan motor, lantas pergi ke klinik terdekat.

Sebelum diperiksa oleh dokter yang bertugas, saya di check tensi terlebih dahulu. Selama ini tensi darah saya selalu normal. Tapi kali ini tensi darah saya tinggi, 140 per 80. Mungkin efek dari kurang tidur.

Selesai check tensi, saya masih harus menunggu untuk diperiksa di poli umum. Dugaan saya masih maag. Sejauh ini hanya itu yang sering membuat saya bolak-balik ke klinik.

Setelah dipanggil, dokter menanyakan keluhan saya. Saya ceritakan semuanya dari awal. Saya diperiksa suhu tubuh, dan lain-lainnya.

Hal pertama yang dikatakan dokter adalah saya terkena gejala typus. Oke, itu sudah sering sayang dengar. Lalu selanjutnya dokter mengatakan saya terkena iritasi usus serta lambung.

Saya masih santai-santai saja. Saya pikir paling saya hanya butuh istirahat sehari. Lalu dokter mengatakan saya harus istirahat total selama seminggu penuh. Waw, saya sangat kaget. Sebegitunya kah? Saya coba tawar menjadi lima hari, saya rasa seminggu terlalu lama. Dokter membolehkan dengan catatan saya harus check darah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter langsung membuatkan surat keterangan sakit. Meminta saya menebus obat sambil menerangkan apa saja yang tidak boleh saya makan. Mungkin lebih tepatnya apa yang boleh saya makan. Saya hanya diperbolehkan makan bubur dan kuah sayur. Hanya itu. Duh.. Nelangsa..

Lalu, ini yang membuat saya penasaran. Apa yang membuat saya hingga mengalami iritasi lambung dan usus?

Gejala Iritasi Lambung

Iritasi lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya dinding lambung. Rasa sakit yang dirasakan muncul akibat produksi asam lambung yang berlebihan sehingga membasahi luka tersebut. Salah satu penyebab menurunnya perlindungan dinding lambung terhadap produksi asam lambung ini adalah si bakteri Helicobacter Pylori.Β 

Berikut gejalanya :

  • Mual dan muntah
  • Perut terasa nyeri, pedih dan sesak dibagian atas perut (ulu hati)
  • Nafsu makan menurun dratis, suhu badan meningkat.
  • Sulit tidur (karena kondisi perut yang tidak nyaman)
  • Kepala terasa sangat pusing
  • Sakit tenggorokan dan bau mulut tak sedap
  • Dalam beberapa kasus parah bisa terjadi pendarahan pada lambung

Jika menemukan ciri-ciri seperti diatas, ada baiknya agar segera periksakan ke dokter guna mendapatkan pengobatan sebelum luka semakin parah.

Berikut cara mencegah iritasi pada Lambung :

  • Konsumsi makanan sehat dan hindari makanan terlalu pedas dan terlalu asam. Jenis makanan tersebut bisa membuatΒ  gejala penyakit dalam lambung semakin parah
  • Makan tepat waktu. Atur pola makan dengan baik dan jangan biarkan perut dalam keadaan kosong
  • Banyak konsumsi air putih. Bagi yang memiliki riwayat iritasi lambung, sebaiknya kurangi minuman bersoda, alkohol, kopi serta teh.
  • Hindari depresi dan stress. Stress dan depresi dapat memicu penyakit lambung. Manajemen stress dengan baik dan lakukan istirahat cukup. Menghindari depresi dan stress dapat menghindarkan seseorang dengan riwayat penyakit lambung dari terjadinya luka atau iritasi pada lambung.

Jadi, bagi kalian yang sering menderita maag ada baiknya melakukan pencegahan dari penyakit iritasi lambung ini. Jika menemukan ciri-ciri seperti di atas segera konsultasikan ke dokter agar luka pada lambung tidak semakin parah.

Semoga bermanfaat.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: