Abaikan saja judul di atas. Yaaa bodo amatlah yaa sama judulnya. Namanya juga Blog Suka-suka, ya kak-sukak yang nulis. Wekekek..

Intinya siang ini Jakarta Selatan nyerempet-nyerempet Jakarta Barat panas terik. Ga bisa dibilang terik juga sih. Hawa udara siang ini rasanya sangat membuat gerah.

Sebenarnya siang ini saya berniat untuk berangkat bekerja. Kantor saya berada di wilayah Joglo, Jakarta Barat.

Udara sedang panas dan gerah serta dibayang-bayangi pekerjaan yang menumpuk. Ditambah lagi rekan kerja satu team yang sering kali membuat emosi naik hingga ke ubun-ubun. Semuanya membuat saya semakin gerah dan mumet.

Perjalanan siang ini pun terbilang lumayan macet sejak di Jalan Otista hingga area Casablanka.

Akhirnya otak saya berusaha mencari sesuatu yang sekiranya bisa membantu mood saya lebih baik. Lalu terpikirlah Es Duren di Rumah Duren yang setiap hari saya lewati.

Biasanya ketika matahari sedang terik-teriknya, minum air putih dingin dengan gelas yang berembun saja sudah bisa membuat saya girang. Tapi kali ini saya butuh sesuatu yang lebih dari biasanya.

Entah kenapa akhir-akhir ini Sop Duren dan Es Duren menjadi pilihan bagi saya untuk meredakan mood yang sedang buruk. Moodbooster orang-orang bilang.

Yap. Akhir-akhir ini Sop duren dan Es duren menjadi moodbooster bagi saya, setelah si dia tentunya.

Iya, Dia, suplemen sekaligus moodbooster terbaik bagi saya. Dia yang hanya dengan mendengar tawanya saja mampu membuat saya tahan banting SEHARIAN! Awww..

SKIP

Dari luar, duren-duren besar seolah-olah sudah menyambut saya. Apalagi di depan gerbang terpajang ornamen Duren duren yang membuat tempat ini mudah dikenali. Patung Duren orang-orang bilang.

Lokasinya sangat strategis yaitu tepat berada di sebelah kiri lampu merah Arteri Permata Hijau. Bagi kalian yang sering melewati jalur Permata Hijau ke arah Jalan Panjang, coba sesekali tengok ke kiri saat sedang menunggu lampu hijau  menyala. Nah, pasti akan langsung terlihat Rumah Duren ini.

Meskipun sering melewatinya tapi baru kali ini saya sempatkan untuk mampir. Penasaran dengan Es Durennya. Biasanya saya makan Sop Duren yang ada di kawasan PGC Cililitan.

Lanjut lagi. Setibanya dipersimpangan, saya langsung saja hajar kiri, masuk ke dalam Area Rumah Duren yang memiliki lahan parkir lumayan besar. Cukup besar untuk ukuran Rumah Duren itu sendiri.

Rumah Duren ini buka setiap hari dari jam 11.00 siang sampai dengan jam 21.00 malam. Jadi untuk kalian yang pulang kerja, dari pada bete macet-macetan bolehlah mampir makan yang seger-seger di sini.

Saya masuk dari pintu sebelah kiri dari arah saya. Pilih tempat duduk paling pewe, lalu seorang perempuan muda menghampiri saya. Selesai menyebutkan pesanan, dia langsung masuk ke dalam untuk membuat EsDuren yang saya pesan.

Tidak sampai 5 menit pesanan saya sudah tersedia di meja. Tidak pakai lama, langsung saja saya hajar Es Duren yang dihidangkan di sebuah gelas kaca untuk es krim.

Nyesss..

Kepala saya yang semula panas dan mumet langsung adem. Yang tadinya emosi di jalan langsung mesem-mesem. Makan Es Duren macam ini paling perfect jika ditemani si dia. Sayang, belum rejeki. haha..

Boleh saya jelaskan sedikit seperti apa rasanya?

Yaa.. Namanya Es Duren sudah tentu rasa Duren donk. Gitu aja koq repot.

Bukan.. Bukan begitu maksud saya. Saya pernah mencoba Es Duren di tempat lain seperti di kawasan Jakarta Pusat. Rasanya memang rasa Duren. Hanya saja duren olahan. Bukan duren asli. Rasanya seperti es krim duren yang dijual di minimarket dan seperti minuman rasa duren saja.

Tapi es duren di sini benar-benar menggunakan durian asli dan masih sangat terasa serat-serat duriannya. Rasanya pun manis asli dari duren tersebut. Bukan manis karena tambahan pemanis buatan atau karena susu coklat yang diberikan di bagian atasnya. Lidah saya masih normal, masih bisa membedakan mana manis durian asli mana manis susu coklat kental manis.

Tempatnya memang tidak terlalu mewah layaknya restoran-restoran besar. Tidak juga instagramable seperti tempat-tempat makan yang sedang ramai dikunjungi saat ini. Tapi tetap nyaman dan tidak panas meskipun hanya menggunakan kipas angin, bukan AC.

Untuk harga Es Durennya sendiri masih sangat terjangkau, yaitu 25 ribu rupiah saja untuk Es Duren polos seperti yang saya pesan.

Selain Es Duren, kalian juga bisa memesan Durennya langsung, memilih Duren yang banyak berjejer lalu meminta si penjual untuk mengupasnya. Durennya pun besar-besar  dengan biji duren yang kecil yang saya jamin tidak akan sanggup jika dihabiskan sendirian.

Makanya, bagi kalian yang ingin mencicipi Es Duren dan Duren-duren besar lagi manis di Rumah Duren ini, sangat disarankan mengajak keluarga atau teman-teman biar makin seru makan durennya.

Besok-besok bisalah saya ajak pasangan makan es duren di sini biar berasa perfect nya. Hehe..

Ohiya, untuk kalian yang lapar, disini tersedia banyak menu makanan lain koq. Ada Pempek Palembang, Bakso, Mie Ayam, Siomay bahkan juga tersedia  pepes dan Ketupat Sayur Padang. Jadi ga usah takut kelaparan saat mampir di Rumah Duren ini.

Singkat kata singkat cerita, sepertinya saya sudah telat untuk bekerja karena terlalu menikmati Es Duren ini. Di sebelah saya pun duduk dua pasangan muda, bocah maksud saya, yang membuat saya menjadi agak sedikit envy. Saya harus segera kabur dan menyelamatkan diri dari rasa iri kepada pemuda-pemudi ini.

Kepala sudah dingin, hati sudah adem, mood juga sudah agak membaik meskipun tidak sebaik ketika sedang bersamanya.

Waktunya kembali bekerja untuk membeli duren-duren berikutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: